MANAJEMEN MEDIA PENYIARAN


Departemen Teknik merupakan bagian yang membuat suatu media penyiaran tetap mengudara. Departemen teknik mempunyai tanggung jawab tidak hanya mengurusi peralatan pemancar tetapi juga menangani semua pekerjaan di bidang teknik dan peralatan hingga mengurusi studio dam pemeliharaan gedung. Pada bagian ini kita akan membahas fungsi dan struktur organisasi departemen teknik.


Tujuan Pembelajaran

* Setelah mempelajari materi pembelajaran ini mahasiswa diharapkan akan memahami dan dapat menjelaskan fungsi dan tanggungjawab departemen teknik.

* Mahasiswa diharapkan memahami dan dapat menjelaskan hubungan kerja departemen teknik dengan bagian lain pada stasiun penyiaran.

* Mahasiswa diharapkan memahami dan dapat menjelaskan tugas dan tanggungjawab personalia pada departemen teknik 

Manfaat Pembelajaran

Mahasiswa akan mendapatkan gambaran awal mengenai fungsi departemen teknik sebagai salah satu pilar penting stasiun penyiaran selain program dan pemasaran. Selain itu mahasiswa akan mendapatkan pemahaman mengenai seluk belum yang perlu diketahui dalam membangun stasiun penyiaran dari aspek teknik.


Departemen Teknik merupakan bagian yang membuat suatu media penyiaran tetap mengudara. Stasiun penyiaran secara teknik harus memiliki tiga fasilitas pendukung utama siaran yaitu: menara atau antena pemancar, studio dan kantor pengelola. Ketiga fasilitas penyiaran itu tidak harus berada di satu lokasi yang sama. Banyak juga stasiun penyiaran yang memiliki studio/kantor yang terpisah dengan pemancar. Hal ini terjadi karena masing-masing fasilitas itu terkadang membutuhkan kondisi lingkungan yang berbeda-beda. 

Lokasi yang bagus untuk studio belum tentu bagus –secara estetis dan teknis- untuk dipasang menara pemancar, demikian pula sebaliknya. Namun biasanya ketiga fasilitas pendukung itu berada di bawah kontrol pemilik yang sama, walaupun ada juga –dalam kasus tertentu- stasiun penyiaran menyewa antena pemancar dari pihak lain.

Departemen teknik mempunyai tanggung jawab tidak hanya mengurusi peralatan pemancar tetapi juga menangani semua pekerjaan di bidang teknik dan peralatan hingga mengurusi studio dam pemeliharaan gedung. Bagian teknik sebaiknya dipimpin seorang manajer, kepala bagian atau direktur yang memiliki kombinasi pengetahuan dan keterampilan di bidang elektronika, manajemen, keuangan dan dapat pula menjadi negosiator. 

Ia perlu mempunyai pengetahuan, keterampilan dan pengalaman atas seluk beluk urusan teknik mulai dari kamera televisi sampai ke pemancar, lampu studio, perekam video dan audio, monitor dan lain-lain. Ia juga harus tahu hal ihwal pemeliharaan peralatan elektronik. Ia sebaiknya juga dapat menjadi perunding yang bagus yang dapat memperoleh harga termurah untuk kualitas terbaik ketika membeli peralatan untuk stasiun televisinya. Staf bagian teknik harus terus menerus mengikuti perkembangan teknologi termasuk perkembangan dalam hal teknologi, gaya dan format penyiaran serta perlengkapan digital.

Modal terbesar untuk membangun suatu media penyiaran sesudah bangunan gedung adalah peralatan siaran seperti pemancar dan menaranya, peralatan untuk ruang kontrol (master control) dan studio.1 Biaya termahal dalam membangun media penyiaran, khususnya televisi, adalah membangun dan memasang peralatan untuk memproduksi program dan bukan membangun peralatan pemancar untuk menyiarkan program itu. Untuk membangun suatu bagian pemberitaan (news department) dibutuhkan sejumlah reporter, juru kamera, editor gambar hingga sopir dan kendaraan operasional. Semuanya membutuhkan peralatan seperti kamera televisi, mesin editing, grafik dan sebagainya. Semua itu adalah peralatan untuk memproduksi program.2 

Salah satu peralatan yang telah menjadi peralatan mendasar dalam bidang penyiaran adalah komputer. Di stasiun televisi besar yang memiliki lebih dari 25 unit komputer mungkin diperlukan departemen sistem informasi/information technology (IT) yang terpisah dari bagian teknik. Komputer selalu membutuhkan perawatan. Media penyiaran kecil sekalipun memiliki sekurang-kurangya satu ahli komputer. Komputer dapat meningkatkan efisiensi stasiun televisi. Namun sistem komputer yang ‘ngadat’ dapat membuat suatu program gagal mengudara. Kerugian yang diakibatkan karena waktu iklan yang terbuang bisa jauh lebih tinggi dari pada gaji yang pantas dibayarkan kepada ahli teknik komputer yang handal.


Traffic 

Traffic adalah bagian yang sangat penting pada sebuah stasiun televisi namun tak banyak orang yang memahaminya. Traffic, seperti yang ditunjukkan oleh namanya, ialah daftar yang berisi jadwal yang menjaga alur dari seluruh susunan acara, iklan, promosi, berita yang akan mengudara. Dunia penyiaran membutuhkan ketepatan untuk semua jadwal yang sudah disusun, untuk itu dibutuhkan traffic.

Dengan demikian traffic merupakan panduan yang akan memberitahu teknisi apa yang nanti akan ditayangkan dan berapa lama waktunya. Traffic ialah jadwal acara harian untuk suatu stasiun televisi yang berisi catatan yang menunjukkan kapan dan apa yang sudah diudarakan. Bagi departemen pemasaran, traffic merupakan jadwal yang memungkinkan untuk secara akurat mengirimkan tagihan untuk penayangan iklan-iklan.

Dewasa ini, traffic untuk stasiun televisi sudah sepenuhnya menggunakan program komputer yang dijalankan secara otomatis. Maka seluruh program, promosi dan iklan bisa dijalankan dan dihentikan melalui komputer. Bila mesin traffic tidak berjalan sesuai jadwal maka program tidak bisa diputar pada waktu yang tepat sehingga dapat muncul berbagai persoalan lain, misalnya stasiun televisi dapat kehilangan uang dari iklan yang harus disiarkan. 

Organisasi Departemen Teknik

Organisasi departemen teknik terdiri atas orang-orang yang menduduki berbagai posisi yang antara lain mencakup manajer teknik, asisten manajer teknik, pengawas teknik, teknisi pemeliharaan, teknisi transmisi, teknisi audio/video, teknisi videotape/editor dan teknisi master control. Pada bagian ini kita membahas masing-masing posisi tersebut.



Manajer Teknik. Manajer Teknik berada langsung dibawah Manajer Umum, ia bertanggung jawab mengawasi seluruh pekerjaan teknis stasiun penyiaran dan seluruh fasilitas teknik stasiun yang mencakup peralatan dan pelayanan yang dibutuhkan untuk siaran. Ia bertanggungjawab menjamin stasiun penyiaran tetap terus mengudara selama periode siaran. Manajer Teknik juga bertanggung jawab menangani kegiatan administrasi dan pengawasan atas seluruh personal bagian teknik. Manajer Teknik bertugas merancang fasilitas siaran, mempersiapkan usulan anggaran dan pembelian peralatan teknis, serta menjamin teknis operasional stasiun penyiaran dapat berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. Manajer Teknik berperan sangat penting dalam mendesain, membangun, dan memasang seluruh peralatan teknis, dan juga merencanakan program perawatan alat serta memastikan penggunaan peralatan secara efektif dan efisien. 

Manajer Teknik harus mampu berpikir kedepan serta memiliki keahlian dalam merencanakan pengembangan bagian teknik. Tugas lain manajer teknik adalah mengkoordinasikan penggunaan peralatan siaran eksternal agar sesuai dengan peralatan yang sudah dimiliki dan mempersiapkan seluruh administrasi teknik, misalnya, izin dari pihak berwenang dalam hal pembangunan fasilitas teknik.

Orang yang ideal untuk menduduki posisi manajer teknik adalah mereka yang berpengalaman atau mengenal berbagai tipe/model peralatan teknik dan memahami secara mendalam prinsip kerja elektronika. Manajer teknik harus mampu membaca dan memahami skema kelistrikan dan berpengalaman minimal 5 tahun sebagai assisten manajer teknik. Ia harus memahami peraturan teknik penyiaran yang ditetapkan pihak berwenang dan juga memahami seluk beluk peralatan televisi. Kemampuan lain adalah dapat mendesain berbagai sistem teknik dengan menggunakan berbagai komponen yang saling berhubungan untuk memperbaiki fasilitas teknis. Memiliki kualitas kepemimpinan dan mampu menjadi seorang administrator.


Asisten Manajer Teknik. Asisten manajer teknik adalah orang kedua pada departemen teknik stasiun TV dan langsung bertanggung jawab kepada manajer teknik dalam pekerjaan sehari-hari. Asisten manajer teknik ikut bertanggung jawab dalam penentuan anggaran dan kebijakan departemen teknik. Ia juga memberikan saran kepada staf bagian program dan produksi stasiun TV atas berbagai aspek teknis program pada tahap perencanaan awal suatu produklsi program. Asisten manajer teknik memberikan dukungan yang diperlukan untuk melaksanakan suatu produksi. 

Fungsi penting Asisten manajer teknik adalah membantu manajer teknik dalam merencanakan desain dan spesifikasi teknis serta membuat dokumentasi yang diperlukan untuk pemasangan dan modifikasi peralatan. Ia juga membantu membuat keputusan mengenai sistem informasi yang diperlukan bagi distribusi program.

Asisten manajer teknik harus mengetahui seluk-beluk peralatan siaran, mengetahui dimana dapat membeli peralatan tersebut, mengetahui harganya dan mengetahui ketersediaan peralatan tersebut. Ia harus dapat mengatur personalia yang ada dan mengatur waktu kerja mereka agar dapat memenuhi tuntutan operasional stasiun televisi. Asisten manajer teknik sering kali bertindak sebagai pemecah masalah, ia berkonsultasi dengan pengawas teknik pada berbagai bagian departemen teknik.

Asisten manajer teknik memiliki keahlian menangani peralatan teknik berbasis komputer dan secara langsung mengawasi instalasinya serta mengintegrasikannya kedalam sistem keteknikan stasiun bersangkutan. Ia juga bertugas memberikan pelatihan kepada teknisi operasional dan perawatan bagi peralatan baru. Asisten manajer teknik sebagai orang ke-2 pada departemen teknik secara langsung mengawasi ruang master control, editing, dan transmisi serta melakukan uji coba untuk memastikan bahwa stasiun bersangkutan telah beroperasi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Orang yang ideal untuk menduduki posisi asisten manajer teknik adalah mereka yang berpengalaman minimal 5 tahun dibidang teknologi penyiaran sebagai supervisor teknik dan memiliki pengetahuan cukup terhadap berbagai peralatan, sistem, komponen, serta pengertian yang baik terhadap peraturan penyiaran. Kandidat bagi posisi ini harus memiliki kemampuan mengawasi serta leadership, memiliki kesadaran terhadap anggaran dan mampu menangani berbagai macam orang dari berbagai departemen pada stasiun penyiaran serta berpengalaman menangani pembelian peralatan elektronika. 


Struktur Organisasi Bagian Teknik Stasiun Penyiaran


Pengawas Teknik. Pengawas teknis (Engineering Supervisor) bertugas mengarahkan operasional peralatan elektronika beserta teknisinya yang bekerja pada stasiun TV termasuk juga bagian produksi program. Pada stasiun TV besar terdapat empat atau lebih pengawas teknis yang masing-masing bertanggung jawab mengawasi dan mengarahkan bagian-bagian seperti: Audio/ video, pemeliharaan, master control, pemancar dan teknisi video tape / editor. Tanggung jawab utama pengawas teknis adalah memastikan pemeliharaan dan operasional peralatan secara aman, efisien dan efektif yang berada di bawah kewenangannya. Pengawas teknis biasanya membawahi kurang lebih lima televisi, ia mengatur kerja (shift), penjadwalan dan membuat penugasan pada setiap giliran kerja setiap harinya. 


Teknisi Pemeliharaan. Teknisi pemeliharaan (Maintenance Enginer), bertanggung jawab untuk memperbaiki dan memelihara seluruh peralatan siaran termasuk peralatan produksi yang mencakup berbagai peralatan seperti, kamera, switcher, konsol audio, video monitor, mic, video tape recorder, dsb. Ia juga bertugas merancang, mendesain, memodifikasi dan memperbaiki komponen sistem atau elemen yang digunakan pada seluruh peralatan produksi dan transimisi. 

Teknisi pemeliharaan adalah seorang pemecah masalah dan harus menangani berbagai perbaikan penting dan terkadang membangun kembali peralatan yang ada untuk dapat ditingkatkan (upgrade) sesuai dengan perkembangan teknologi. Tugas lainnya adalah memastikan seluruh peralatan memenuhi spesifikasi yang direncanakan serta mencegah kemungkinan terhentinya siaran (downtime) serta melakukan inventori (menyimpan peralatan cadangan) yang dibutuhkan untuk memperbaiki alat yang rusak. 



Teknisi Transmisi. Teknisi transmisi bertanggung jawab dalam operasional dan pemeliharaan peralatan pemancar TV agar sinyal dapat diterima audien dengan baik. Ia bertugas mengoperasikan pemancar dan sistem antena sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Dalam hal pemancar digunakan juga untuk radio maka teknisi transmisi juga mengoperasikan pemancar AM dan FM sekaligus. Teknisi transmisi setiap hari menangani perawatan pemancar, antena dan peralatan lainnya. Salah satu tanggung jawab utama teknisi transmisi adalah mengawasi sinyal gelombang mikro dari studio. Ia harus memastikan sinyal dapat terus dipancarkan dan memastikan penerimaan sinyal program dan satelit di lokasi pemancar. Tanggung jawab lainnya adalah membuat penyesuaian teknis segera yang diperlukan agar stasiun tetap dapat siaran serta memastikan tidak terjadi interupsi (gangguan) pada saat siaran. 


Teknisi Audio/Video. Teknisi audio/video bertanggung jawab mengoperasikan peralatan elektronika audio dan video pada stasiun TV termasuk juga pada bagian produksi/program. Teknisi audio / video terbagi atas dua bidang yaitu teknisi audio (khusus audio) dan teknisi video (khusus gambar):

Teknisi audio (khusus audio). Teknisi audio bertanggung jawab menangani aspek suara pada suatu produksi program yang mencakup suara musik, suara penyanyi, suara pemain, dan spesial efek. Ia bertugas menempatkan dan mempersiapkan microphone dan memonitor seluruh level suara pada saat produksi program. 

Teknisi video (khusus gambar). Teknisi video bertugas mengawasi dan menjaga kualitas gambar dari suatu produksi program, ia juga bertugas menempatkan kamera dan mengontrol / mengawasi tingkat warna dan kecerahan gambar selama proses produksi. Ia juga harus memastikan untuk mendapatkan kualitas gambar terbaik.


Teknisi Videotape/Editor. Teknisi videotape/editor bertanggung jawab untuk menempatkan dan mengoperasikan seluruh peralatan videotape untuk keperluan perekaman, pemutaran ulang (playback) dan editing dan terkadang ia juga bertugas pada bagian post produksi. Dalam hal ini dia bertugas sebagai editor pada bagian tersebut. Sebagai editor ia bertugas mengevaluasi suatu video/ gambar, melakukan duplikasi terhadap materi yang sudah direkam, melakukan pengisian suara (dubbing) serta menggabungkan gambar-gambar untuk keperluan produksi / siaran. 

Teknisi videotape/editor bertugas merekam program yang diproduksi sendiri ataupun dari sumber lainnya. Mereka juga bertugas mengedit iklan, pengumuman serta membuat identifikasi stasiun. Tugas lainnya adalah memasang, menyesuaikan, membersihkan, memonitor, mengawasi peralatan video tape sebelum digunakan dan membuat catatan dan laporan dalam hal terjadi kerusakan.


Teknisi Master Control. Master Control adalah pusat kendali operasi stasiun TV. Teknisi Master Control bertugas melakukan koordinasi terhadap seluruh masukan (input) audio dan video yang berasal dari berbagai sumber pada stasiun TV dan mengirimkan sinyalnya ke transmisi untuk disiarkan. Teknisi Master Control bertanggung jawab dalam memastikan seluruh transmisi yang terpasang sudah sesuai dengan peraturan penyiaran. Ia bertugas mengatur berbagai gambar yang berasal dari studio, laporan lapangan, video tape, program jaringan dan sebagainya. Teknisi Master Control juga bekerja mengarahkan presenter (cue), memutar video atau film, dan memindahkan (switching) video dan audio koordinasi untuk penayangan iklan dan pengumuman lainnya.

Teknisi Master Control juga bertanggung jawab mengenai situasi darurat seperti: kehilangan gambar; program yang kelebihan atau kekurangan waktu siaran (Program Over Run/Program Under Run) dan kerusakan pada peralatan. Teknisi harus segera memperbaiki kerusakan atau kesalahan secepat mungkin sehingga interupsi siaran yang terjadi dapat diperbaiki secepatnya. Dalam hal ini teknisi master control memiliki posisi lebih sebagai operator dari pada teknisi, karena ia harus mengkoordinasikan seluruh kegiatan dan hasil kerja banyak orang. Teknisi Master Control bertanggung jawab terhadap tampilan siaran (On Air Look) suatu stasiun TV, ia juga harus memastikan seluruh elemen program yang sudah terjadwal telah siap sebelum siaran.

Perumusan Kebutuhan

Dalam merumuskan kebutuhan sistem peralatan teknik stasiun penyiaran perlu dipertimbangkan hal-hal yang mencakup aspek produksi, aspek penyiaran dan aspek pendukung siaran lainnya sebagai berikut:

Aspek produksi, dengan pertimbangannya antara lain :

* Jenis dan ukuran program , misalnya : news, talk show, musik (besar, sedang atau kecil) atau drama (besar, sedang atau kecil) dan lain-lain 

* Ukuran (luas lantai) studio misalnya: ukuran kecil (50 m2 – 300 m2), menengah (350 m2 – 500 m2) dan besar (600m2 – 1000m2) 

* Tipe produksi, misalnya : rekaman saja atau termasuk siaran langsung (live). 

* Hasil produksi apakah full kompetitif (target komersial) atau tidak, ini terutama kaitannya dengan mutu dan pengadaan peralatan yang menghasilkan effek, daya tarik audio/visual dan peningkatan mutu, seperti vision mixer, sound mixer, lighting system dan peralatan paska produksi (editing, dubbing, mixing dan lain-lain). 

* Perkiraan volume produksi dan lokasi produksi (di studio saja atau termasuk luar studio); bagaimanakah tingkat mobilitas yang diinginkan (tinggi, sedang, rendah) dan anggaran (budget) yang akan di alokasikan untuk pengadaan peralatan. 


Aspek penyiaran, dengan pertimbangannya antara lain:

* Apakah kegiatannya menyiarkan saja atau dengan kegiatan produksi terbatas. 

* Menyiarkan saja artinya menerima bahan siap siar dari luar (program provider, production house). 

* Apakah ada kemungkinan pengolahan kembali (re-editing atau paska produksi) bahan siaran yang diterima dari pihak luar ( production house), 

* Berapa besar kegiatan atau volume paska produksi yang akan dilakukan. 

* Produksi terbatas bisa berarti bahwa hanya memproduksi program tertentu dengan volume kecil, misalnya : berita dan talkshow. 

* Tipe siaran (hasil rekaman atau live) 

* Siaran dari studio saja atau termasuk dari luar. 

* Tipe siaran (hasil rekaman saja atau termasuk live) 

* Siaran dari studio saja atau termasuk dari luar 

* Siaran dilaksanakan secara manual, semi automatik atau full automatik. 

* Perkiraan waktu siaran dan durasi jam siaran. 

* Lokasi pemancar (dekat dengan studio atau relatif berjauhan), 

* Jumlah lokasi pemancar , jarak antar pemancar serta kondisi geografis. 

* Sifat pengoperasian masing-pemancar yang diinginkan (manual atau unattended). 

* Pertimbangan-pertimbangan segi produksi yang terkait dengan penyiaran juga harus menjadi pertimbangan dalam pengadaan peralatan pemancar. 

Aspek pendukung. Dalam melaksanakan kegiatan produksi dan penyiaran dibutuhkan peralatan teknik lainnya sebagai pendukung, biasanya disebut teknik umum atau teknik prasarana. Peralatan teknik umum antara lain, misalnya: pembangkit daya listrik dan diesel, alat pendingin (ac), alat komunikasi, komputer, peralatan pembuatan dekorasi dan konstruksi, alat transportasi dan lain-lain. Pertimbangan utama dalam pengadaan peralatan teknik umum terutama adalah harus mampu mendukung kegiatan produksi dan penyiaran secara efektif dan efisien.


Teknisi Audio

1. Monitor (Tergantung banyaknya sumber)

2. Video Room (Tempat menyimpan gambar)

3. Studio (Terdapat 3 kameraman, unit gambar dikirim ke monitor, unit audio dikirim ke audio mixer)

4. PD (Program Directur), yang mengendalikan program. 

5. Swicther (Bisa Mengubah gambar yang akan muncul di ON-AIR), dan bertugas mengalihkan gambar. Memasukan gambar ke ON-AIR, lalu ke Transmisi, kemudian ke pemirsa.

6. Teknisi Audio (Mengendalikan Audio Mixer).


Merancang Sistem Peralatan

Terdapat sejumlah hal yang harus dipertimbangkan dalam merancang sistem peralatan pada stasiun penyiaran yang mencakup: persyaratan umum, konfigurasi peralatan, tim perencana/konsultan dan spesifikasi teknik peralatan. 

Persyaratan umum. Persyaratan umum yang perlu diperhatikan dalam merancang sistem peralatan, baik peralatan produksi, penyiaran maupun teknik umum antara lain:

* Memenuhi persyaratan internasional dan nasional; 

* Adanya jaminan kontinuitas dukungan suku cadang (biasanya sekitar 10 thn) dan layanan purna jual; 

* Mempunyai daya tahan (reliability) yang tinggi. 

* Kemudahan memperoleh suku cadang; 

* Praktis dalam pengoperasian dan pemeliharaan; 

* Kemudahan pengintegrasiannya dengan sistem peralatan lainnya; disamping itu perlu juga diperhatikan;

* Populasi (pengguna) peralatan secara internasional maupun nasional; 

* Lokasi keagenan terdekat; 

* Pengalaman pengguna sebelumnya; 

* Peralatan yang digunakan kompetitor; 

* Kemampuan SDM yang mungkin dapat disediakan; 

* Tidak berlebihan (sesuai kebutuhan); 

* Kemudahan pengembangan sistem peralatan di kemudian hari (upgrading) sejalan dengan peningkatan kebutuhan; 

Konfigurasi peralatan. Berdasarkan kebutuhan yang telah ditetapkan sebelumnya, disusun daftar kebutuhan peralatan dengan disertai gambar secara block diagram ( garis besar) , mencakup:

a. Peralatan Produksi yang antara lain terdiri atas: Camera system (studio camera dan ENG/EFP camera), Video system, Audio system, Editing (and dubbing) system, VCR system, Lighting system, Master control, Production control, Commucation system, Mobile production unit, Maintenance equipment dan lain-lain.

b. Peralatan Penyiaran yang antara lain terdiri atas: Sending VCR system, Continuity studio equipment, Camera system, Audio system, Video system, Lighting system, Master control (bersama dengan bagian produksi) dan peralatan transmisi seperti pemancar, microwave link, up & down link 

c. Peralatan pendukung (teknik umum) yang antara lain terdiri atas: pembangkit daya listrik stationary (PLN, generator sets), pembangkit daya listrik mobile/portable (mobile generator sets) sebagai kelengkapan mobile production unit dan/atau small silent generator set, Alat pendingin (AC) untuk studio dan ruang peralatan, alat komunikasi stationary dan/atau portable: handy talky, mobile phone, Komputer untuk komputer grafis, mobil untuk transportasi tim produksi dan penyiaran serta reporter dan mobil untuk transportasi peralatan pendukung siaran luar. 

Tim perencana/konsultan. Untuk menghasilkan rencana dan pembangunan studio dan sistem peralatan yang optimal biasanya dibentuk tim perencana. Tim perencana setidaknya berasal dari tiga bidang utama, yaitu: 1) tenaga ahli di bidang perencanaan gedung studio (arsitek, sipil, elektrikal dan mekanikal); 2) Tenaga ahli di bidang peralatan televisi (peralatan produksi dan penyiaran/transmisi) dan; 3) Tenaga ahli di bidang program televisi. Disamping itu, dapat pula dilibatkan ahli di bidang lain sebagai nara sumber atau pada tahap sesuai kebutuhan (kemajuan proses perencanaan). 

Spesifikasi teknik peralatan. Secara garis besar spesifikasi teknik peralatan mencakup antara lain: frekuensi dan tegangan listrik yang dibutuhkan, peralatan serta toleransi yang diizinkan ( PLN : 220volt/50hz); kondisi lingkungan : temperatur dan kelembaban (humidity) lingkungan dimana peralatan dapat berfungsi secara normal; ukuran fisik peralatan (volume dan berat); kharakteristik (parameter) video dan audio secara lengkap yang mencerminkan mutu atau klasifikasi peralatan.


1 Membangun pemancar, yaitu alat untuk menyiarkan program, sebenarnya tidak membutuhkan biaya besar. Pada kenyataannya banyak orang yang pandai elektronika, mengutak-atik komponen elektronik dan mampu merakit pemancar sendiri. Banyak stasiun radio atau televisi kecil yang baru berdiri dan memulai siaran dengan peralatan pemancar sederhana.

2 Di banyak negara berkembang termasuk Indonesia, pilihan atas alat-alat penyiaran masih sangat terbatas. Distributor biasanya tidak mempunyai stok peralatan siaran. Kebanyakan distributor bahkan tidak mempunyai atau sedikit pengetahuan tentang peralatan profesional yang mereka jual. Peluang untuk berbuat curang dan penipuan sangat besar. Distributor terkadang menaikkan harga barang seenaknya atau menjual alat yang sudah ketinggalan zaman.

by Drs Morissan SH, MA 

About The Writer

My Studio

Studio Advertising Entertainment.

Related Posts